Straight DRM Merchandise Rayakan Malam Tahun Baru Dengan Bermusik

Band perayaan tahun 2014

Bandung – DRM Merchandise (Dereded Rada Meded Merchandise) antusias untuk menyambut pergantian malam tahun baru 2013, dengan mengadakan acara komunitas musik underground Cimahi di Studio Musik Bougenville yang berada di Parongpong, Selasa (31/12).

Yudi selaku panitia acara mengatakan bahwa acara ini sengaja di buat untuk komunitas musik Underground Cimahi yang bosan dengan kembang api dan merayakannya dengan bermusik. Acara yang berlangsung tengah malam itu tidak diduga penonton semakin banyak yang berdatangan.“tambahnya.

Acara yang bisa di bilang sederhana itu sangat ramai dan di suguhi band bergenre Hardcore, Punk, Reggae, Metal. Band yang bermain seperti Unfair, Total Cawu, Red Yellow Green, Tentacle dan masih banyak band lainnya membuat suasana di studio semakin semangat untuk berjoget.

Alhamdulillah, acara berjalan lancar sampai akhir tanpa ada kerusuhan sehingga kami bisa menikmatinya bersama-sama dan semoga kedepannya gigs ini bisa lebih meriah lagi “Ujar vokalis Unfair. (Tamzis Alma 10080010231)

Iklan

Harga Besar yang Dikeluarkan Para Kolektor

Bandung – Dibandingkan 10 tahun yang lalu di Indonesia, harga kaos official band-band asing sekarang sudah berlipat-lipat. Satu kaos ada yang dibanderol seharga Rp. 300.000,-. Harga itu adalah harga untuk mendapatkan kaos baru yang terbilang kuantitasnya masih mudah didapatkan. Beda lagi dengan harga kaos langka yang nilainya menanjak sejalan dengan kelangkaannya. Satu kaos saja bisa dibanderol sampai berjuta-juta rupiah harganya.

Franco londah, salah satu kolektor kaos di Bandung mengaku sudah merelakan uang sebesar sekitar Rp. 15.000.000,-  untuk membeli kaos-kaos koleksinya. Franco yang memulai pencarian kaosnya semenjak tahun 2006 silam telah memiliki sebanyak 147 kaos band.

Nilai rupiah yang dia keluarkan terbilang cukup tinggi. Kolektor lain yang memiliki kaos lebih dari 500 buah justru sudah menganggap uang sebagai alat penghasil baju. Misalnya Ilham yang berkerja di pabrik tekstil dan menkhususkan gajinya untuk membeli kaos saja sementara uang hidupnya berasal dari gaji istrinya.

Baju-baju mahal ini tidak akan bisa ditemui di toko-toko baju biasa Apabila tidak membelinya langsung dari sesama kolektor, bisa juga menawar di lelang internet. Sistem pembelian seperti ini membuka kemungkinan munculnya harga-harga yang dinilai tidak realistis namun bagi mereka justru memuaskan.

Pengalaman Franco ketika mengikuti lelang di salah satu situs jual beli beliau pernah menawar seharga  Rp. 1.300.000,-  dan membelinya. Setelah itu barang yang dibelinya dikirim lewat jasa pengiriman barang ke rumahnya yang sampai kira-kira 12 hari setelah pembelian. Menurut Franco, 5 tahun ke belakang pengiriman barang berlangsung lebih lama, barang dari Inggris bisa sampai sekitar 3 minggu sampai 3 bulan ke Indonesia.

Sistem lelang di internet berlangsung seperti lelang biasa. Penawar harga tertinggi akan mendapatkan barangnya dan dia bersaing dengan penawar lain. Harga awal dibuka oleh penjual. “ya seperti lelang pada umumnya saja, hanya ini berupa kaos dan dilakukan di media online”, Franco menjelaskan.

Cara untuk mengikuti lelang pun mungkin cukup rumit bagi orang awam, sebab seseorang yang ingin mengikuti lelang haruslah memiliki kartu kredit dan tidak bisa hanya menggunakan rekening bank biasa. Tetapi ada sisi keunikan dari seorang kolektor kaos yang tidak memiliki dana cukup untuk mendapatkan kaos melalui internet, adalah dengan melakukan barter kaos secara langsung dengan sesama kerabat kolektor mereka.

(dre/106)

Gambar

franco bersama kaos band kesayangannya

link video wawancara  bersama franco londah :

http://www.youtube.com/watch?v=SKYZXPjhvEU

(maaf ada bagian yang terpotong karena batre kamera habis)

transkrip link wawancara bersama franco londah :

part 1 :

http://soundcloud.com/xaxnxdxrxex/tugas-wawancara-part-1

part 2:

http://soundcloud.com/xaxnxdxrxex/tugas-wawancara-part-2

Nama : Andre Febri Syam

Npm : 10080010106