ALONE AT LAST SEMAKIN MUDA DI ALBUM INTEGRITY

Band yang belakangan ini mulai turun pamornya tidak kehilangan semangat untuk bersaing dan berkarya di dunia musik Indonesia. Alone at Last, band yang dimotori oleh Yas yang khas dengan janggut setengah lingkaran dan kumisnya ini kembali merilis album. Dengan nama Integrity, album Alone at Last yang dirilis tahun 2013 ini ternyata menunjukkan perubahan secara musikal yang sangat signifikan. Berbeda dari album-album sebelumnya yang sendu dan mengimajinasikan seseorang yang berada di posisi kesulitan.  Kini sudut pandang Alone at Last dalam menulis album total berubah dengan pemilihan lirik dan komposisi yang mengacu pada harapan. Seseorang yang diimajinasikan dalam album-album sebelumnya mulai dapat merubah hidupnya ke arah pintu keluar dari kesulitan.

204108231_1358406374

Seketuk harapan dinaungkan oleh single barunya dari album Integrity yang berjudul Takkan Terhenti di Sini. Dimulai dengan nuansa hardcore, Athink menggebuk drumnya dengan penuh semangat dan lanjut dihajar dengan suara gitar sampai vokal mulai masuk dengan iringan petikan gitar bernada mayor. Separuh lagu ini memang diliputi kecerahan namun separuhnya lagi diiringi ledakan amarah di bagian bridge yang direpresentasikan dengan teriakkan juga komposisi a’la math metal dan diisi oleh nada mellow pada akhirnya. Ending lagu ini tidak melepaskan sejarah Alone at Last yang konon lagu-lagunya penuh dengan kekecewaan.

Masih banyak ketukan harapan yang disajikan Yas dan kawan-kawan di dalam album integrity seperti nomor-nomor track berjudul Classic War is a Modern War yang tampil ngebeat dengan power chord bersilangan dengan ritem melodis. Memang secara keseluruhan album ini tampil dengan nuansa Modern Rock ketimbang Post-Hardcore yang persis mengacu pada era emo rock pada pertengahan tahun 2000-an. Komposisi ala Page Avenue-nya Story of the Year sangat terasa di dalam album Integrity ini.

Alone at Last juga menyuguhkan lagu yang benar-benar berbeda dari lagu di album sebelumnya. Misalnya lagu berjudul Saat Dunia Tak Menatap ke Arahmu. Lagu ini dihiasi oleh beat drum kompleks dan klimaks yang menggiurkan dengan perpaduan suara gitar akustik dengan piano. Album Integrity memang penuh dengan perasaan lahirnya harapan baru. Ciri khas Alone at Last yang memadukan komposisi vokal bersahutan dengan lirik puitis dan ritem gitar yang padat diperlihatkan kembali pada lagu berjudul Kita Bisa. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Integrity, Alone at Last memang berusaha untuk memperbarui dirinya dan pendengarnya. Maka dengan album ini dan sejumlah motivasi yang terkandung di dalamnya, Alone at Last bersuara dengan spirit yang lebih muda dari sebelumnya dan bergerak menuju integritas.

Djunizar Ega | 10080010105

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s