Adu Nyali Antar Klub SOFTBALL Se-Kota Bandung

Klub Baseball Absen dari Musim Pertandingan Kali Ini


Gambar

Bandung – Agenda resmi tahunan dari Pengcab PERBASASI (Perserikatan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia) kota Bandung ini sudah melangkah menuju semi  final. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Musim pertandingan tahun ini hanya klub softball saja yang mengadakan pertandingan, dikarenakan kurangnya peminat dari klub baseball tidak sebanyak peminat klub Softball. Maka dari itu untuk pertandingan Bisbol masih menjadi wacana dari pengurus PERBASASI Pengcab Kota Bandung.

Gambar

Pertandingan yang bertempat di Lapangan LODAYA Jl. Lodaya kota Bandung ini sudah berlangsung dari awal maret lalu hingga akhir mei kini dan kemungkinan mencapai final dipertengahan bulan Juli mendatang. Pertandingan berjalan alot dikarenakan adanya berbagai hambatan, seperti WO ketika salah satu team tidak lengkap dalam menghadiri  pertandingan ataupun pelanggaran lain, dan yang paling menghambat sebuah pertandingan adalah faktor cuaca  yaitu ketika hujan turun terpaksa pertandingan pun harus ditunda.

Musim Pertandingan kali ini pun sempat tertunda pada tanggal 26 April 2012 lalu terhenti selama seminggu,  dikarenakan diadakannya pertandingan Softball antar Universitas se-Indonesia. Dan kategori umur untuk peserta dari musim ini terbuka untuk kategori umum, bahkan ada seorang peserta yang berusia 40 tahun. Dan seluruh peserta dari seluruh klub adalah anggota dari PERBASASI Pengcab Kota Bandung.  Agenda wajib tahunan ini untuk memperebutkan piala bergilir dan promosi regradasi bagi tim maupun perorangan. Jumlah seluruh peserta untuk  Musim ini sebanyak 23 klub dan terdiri dari 3 divisi untuk putra serta 2 divisi untuk putri.

Gambar

Bibit Softball sendiri sudah terlihat dari usia 15-18 tahun atau setingkat SMA, peminat dari anggota PERBASASI pun banyak dari usia tersebut. Softball sekarang sudah banyak diminati dan menjadi salah satu cabang olahraga yang besar baik di kota Bandung sendiri maupun di Indonesia. “Semoga dengan diadakan pertandingan-pertandingan seperti ini banyak bibit-bibit tangguh bermunculan dan mengharumkan nama Indonesia akhirnya”. Ujar Ilham Noor Ketua Pertandingan Musim Kompetisi Softball 2012 Kota Bandung.

Gambar

 

TRADISI MENARIK SIMPATIK RAKYAT DALAM CALON PEMILIHAN WAKIL RAKYAT

Gambar

TRADISI MENARIK SIMPATIK RAKYAT DALAM CALON PEMILIHAN WAKIL RAKYAT

BANDUNG – Sudah tak asing dikalangan masyarakat dimana banyak cara untuk mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dimulai dari pemilihan umum untuk anggota DPR-RI hingga CAGUB (Calon Gubernur) dan CAWAGUB (Calon Wakil Gubernur). Banyak cara untuk dapat memperlihatkan calon-calon tersebut dimulai dari papan iklan berupa gambar hingga elektronik atau iklan ditelevisi. Namun hal yang paling mengganggu adalah pemasangan baik bendera atau baliho yang membuat pandangan mata terganggu dimulai perusakan linggungan atau merusak pemandangan bagi pejalan kaki maupun kendaraan. Salah satu tempat bagi pemasangan space iklan ini adalah jalan ahmad yani bandung yang sudah tak asing untuk dijadikan tempat pemasangan space iklan tersebut. Hal ini ditegaskan mengenai beberapa pendapat masyarakat sala satunya Dessy yang mengatakan bawa, “buat urusan politik si gak apa-apa, karena memang ada waktu untuk pemasangan iklan tersebut. Namun, dengan catatan dalam pemasangan dan pembersihan harus berjalan dengan tertib dan bersih kembali. Sedangkan untuk pemasangan yang illegal maka pemerintah setempat harus dapat memberikan tempat khusus dimana diperbolehkan atau tidaknya pemasangan space iklan”.

Bukan hanya itu, para pedagang atau penjual yang berada disekeliling kawasan pemasangan juga menampik bahwa pemasangan tersebut dapat membahayakan bukan hanya pejalan kaki tapi juga para pedagang yang berada dikawasan tersebut. “kan pemerintah memberikan tempat khusus untuk pemasangan space iklan, bukan juga pemasangan dibelokan atau pohon, nanti dapat membahayakan pejalan kaki, kalo tiba-tiba terputus talinya bagaimana?” ujar salah satu pedangan dikawasan jalan ahmad yani bandung. Berdasarkan hal tersebut maka bagi para pemasang space iklan bukan hanya mentaati peraturan tata tertib saja namun juga harus menjaga keselamatan bagi para pejalan kaki maupun pedagang dikawasan pemasangan space iklan tersebut.

Harga Besar yang Dikeluarkan Para Kolektor

Bandung – Dibandingkan 10 tahun yang lalu di Indonesia, harga kaos official band-band asing sekarang sudah berlipat-lipat. Satu kaos ada yang dibanderol seharga Rp. 300.000,-. Harga itu adalah harga untuk mendapatkan kaos baru yang terbilang kuantitasnya masih mudah didapatkan. Beda lagi dengan harga kaos langka yang nilainya menanjak sejalan dengan kelangkaannya. Satu kaos saja bisa dibanderol sampai berjuta-juta rupiah harganya.

Franco londah, salah satu kolektor kaos di Bandung mengaku sudah merelakan uang sebesar sekitar Rp. 15.000.000,-  untuk membeli kaos-kaos koleksinya. Franco yang memulai pencarian kaosnya semenjak tahun 2006 silam telah memiliki sebanyak 147 kaos band.

Nilai rupiah yang dia keluarkan terbilang cukup tinggi. Kolektor lain yang memiliki kaos lebih dari 500 buah justru sudah menganggap uang sebagai alat penghasil baju. Misalnya Ilham yang berkerja di pabrik tekstil dan menkhususkan gajinya untuk membeli kaos saja sementara uang hidupnya berasal dari gaji istrinya.

Baju-baju mahal ini tidak akan bisa ditemui di toko-toko baju biasa Apabila tidak membelinya langsung dari sesama kolektor, bisa juga menawar di lelang internet. Sistem pembelian seperti ini membuka kemungkinan munculnya harga-harga yang dinilai tidak realistis namun bagi mereka justru memuaskan.

Pengalaman Franco ketika mengikuti lelang di salah satu situs jual beli beliau pernah menawar seharga  Rp. 1.300.000,-  dan membelinya. Setelah itu barang yang dibelinya dikirim lewat jasa pengiriman barang ke rumahnya yang sampai kira-kira 12 hari setelah pembelian. Menurut Franco, 5 tahun ke belakang pengiriman barang berlangsung lebih lama, barang dari Inggris bisa sampai sekitar 3 minggu sampai 3 bulan ke Indonesia.

Sistem lelang di internet berlangsung seperti lelang biasa. Penawar harga tertinggi akan mendapatkan barangnya dan dia bersaing dengan penawar lain. Harga awal dibuka oleh penjual. “ya seperti lelang pada umumnya saja, hanya ini berupa kaos dan dilakukan di media online”, Franco menjelaskan.

Cara untuk mengikuti lelang pun mungkin cukup rumit bagi orang awam, sebab seseorang yang ingin mengikuti lelang haruslah memiliki kartu kredit dan tidak bisa hanya menggunakan rekening bank biasa. Tetapi ada sisi keunikan dari seorang kolektor kaos yang tidak memiliki dana cukup untuk mendapatkan kaos melalui internet, adalah dengan melakukan barter kaos secara langsung dengan sesama kerabat kolektor mereka.

(dre/106)

Gambar

franco bersama kaos band kesayangannya

link video wawancara  bersama franco londah :

http://www.youtube.com/watch?v=SKYZXPjhvEU

(maaf ada bagian yang terpotong karena batre kamera habis)

transkrip link wawancara bersama franco londah :

part 1 :

http://soundcloud.com/xaxnxdxrxex/tugas-wawancara-part-1

part 2:

http://soundcloud.com/xaxnxdxrxex/tugas-wawancara-part-2

Nama : Andre Febri Syam

Npm : 10080010106

Penumpang Supir Angkot Berkurang

Djunizar Ega Kusuma – Warta Batas Kota, 10080010105
Senin, 28/05/2012 1:36 WIB

Mona Lis4

Angkot jurusan Pasar Caringin – Dago yang sedang surut penumpang.

 
Bandung

 “Sekarang mah penumpang susah, banyak yang naik motor.”, ujar Robi, supir angkot jurusan Caringin-Dago.

Banyaknya orang yang lebih memilih untuk memiliki kendaraan pribadi membuat supir angkot di Bandung kehilangan energi bisnisnya. Dibanding tahun-tahun sebelumya, tahun 2012 ini berkurangnya penumpang angkot semakin dapat dirasakan oleh para supir angkot. Dulu yang biasanya penumpang kesulitan mencari angkot kosong berbanding terbalik dengan kondisi sekarang yang malah supir angkot yang kesulitan mencari penumpang.

“Wah kalo dulu sih penuh terus, sekarang mah ya gini aja kosong. Ngetem juga nggak dapet-dapet.”, keluh Robi.

Murahnya ongkos angkutan pribadi membuat minat masyarakat terhadap angkutan umum menurun sehingga kebanyakan orang justru memandang bahwa naik angkutan umum adalah salah satu bentuk pemborosan. Dibandingkan dengan ongkos kendaraan pribadi , total ongkos yang harus dikeluarkan penumpang angkot cenderung lebih mahal.

“Naik angkot mahal, kalo motor, bensin lima ribu juga bisa tahan sampe tiga hari lebih.” ujar Fajar Fadillah salah seorang mahasiswa Teknik Mesin UPI.

Fajar sendiri sehari-harinya menempuh perjalanan sekitar 10 km sehari dengan 2 kali ganti trayek angkot. Fajar membayar seharga Rp. 2000,- dalam sekali jalan di satu trayek. Sehingga dalam sekali berangkat akan membayar Rp. 4000,- dan apabila dijumlah dengan ongkos perjalanan pulang menjadi Rp 8.000,- dalam sehari dan itu hanya ongkos angkotnya saja belum ditambah ongkos ojek sebesar Rp 10.000,- pulang-pergi.

Namun Robi mengaku tidak menambah atau mengurangi jam kerja setiap harinya. Beliau bekerja dari sekitar pukul enam pagi sampai sekitar pukul tujuh malam mengikuti ramainya arus perkotaan. “Kalau rezeki mah nggak akan kemana lah.” tambahnya.

“Harusnya sih ada tindakan pemerintah buat angkot kalo nggak mau motor tambah pabalatak mah.” ujar Robi mengancam.

(ega/105)

Ekpedisi Jejak Warta (EKSJEWATA)

Ekpedisi Jejak Warta (EKSJEWATA)

Keindahan Pesona Gunung Anak Krakatau

Suara mesin bis berderu, klakson bis menggema di telinga para penumpang. Penumpang pun berlarian menuju bis yang di tuju. Yah, itulah bis Arimbi tujuan Merak yang kami tuju untuk ke terminal Merak. Sekitar pukul 16.00, bis pun berangkat. Tim Eksjewata tiba di terminal Merak. Sekitar pukul 22.10 WIB.

Udara laut, guyuran ombak , dan gemerlap lampu warna-warni serupa pasar malam seperti di kota Bandung, namun ini bukan di Bandung, melainkan  warna-warni lampu kapal feri, kapal tanker, dan kilang minyak. Kami pun lekas berjalan menuju pelabuhan yang jaraknya cukup dekat, sekitar 200 meter dari terminal Merak. Dan Tim Eksjewata membeli tiket kapal feri untuk menyebrang ke pelabuhan Bakauheni.

Sekitar pukul 23.00 WIB, kapal feri yang kami tumpangi mulai berlayar di lautan selat Sunda. Cuaca sangat bersahabat, tidak ada hujan maupun ombak yang akan mengombang-ambing kapal feri yang kami tumpangi. Sekitar pukul 01.17 WIB, tibalah kami di pelabuhan Bakauheni, kami pun lekas melanjutkan perjalanan menuju dermaga Canti untuk kembali menyebrang laut menggunakan kapal klotok. Sekitar pukul 03.00 WIB, kami tiba di dermaga Canti dan langsung berkangkat kembali memakai kapal klotok untuk menyebrang ke Gunung Anak Krakatau.

Image

TIM EKSJEWATA berangkat dari dermaga Canti menuju Gn. Anak Krakatau (20/5/2012)

Tibalah kami di Gunung Anak Krakatau, sekitar pukul 07.40 WIB. Ini adalah gunung yang terbentuk akibat letusan Gunung Krakatau yang pernah menggelapkan bumi selama 2 hari. Gunung yang terletak di kawasan Lampung ini memang terkenal karena aktivitasnya yang bisa dikatakan labil.

Image

TIM EKSJEWATA akan tiba Gn. Anak Krakatau, dengan menggunakan kapal klotok (20/5/2012)

Angin laut pagi itu sangat kencang, ombak pun terlihat tinggi, mungkin karena aktivitas dari Gunung Anak Krakatau. Pada saat itu memang kabarnya gunung ini sedang aktif-aktifnya bergoyang alias gempa. Kami sempat berfoto-foto sejenak di kaki gunung yang berupa pantai dengan pasir hitam, sebelum melanjutkan perjalanan mendaki Gunung Anak Krakatau yang sensasional ini. Perasaan kami pada saat itu campur aduk, antara perasaan sangat antusias untuk mendaki Puncak Gunung Anak Krakatau dengan perasaan takut karena status gunung yang berubah-ubah.

“Jumlah Pengunjung yang datang ke Gunung Anak Krakatau ini, sekitar 175 wisatawan per hari yang datang kesini mas ” ujar Revi selaku kepala penjaga Gunung Anak Krakatau. Untuk bisa akses ke sini, sangat lah mudah, karena banyak sekali kapal nelayan yang menawarkan untuk beriwisata ke pulau-pulau lainnya , dan diantaranya adalah Gunung Anak Krakatau. Tidak ada hambatan dalam akses jalan menuju ke tempat tersebut.

Pendakian pun dimulai, trek pendakian sangat luas karena gunung ini berbeda dengan gunung-gunung di daratan. Tidak ada hutan di badan gunung ini, yang ada hanya hamparan pasir. Trek berupa pasir inilah yang menyebabkan saya merasa cepat lelah mendaki gunung yang tingginya hanya sekitar 300 mdpl ini. Tebalnya pasir dapat mendorong kaki turun kebawah lagi, tapi semangat saya tak pernah luntur untuk mencapai puncak gunung ini.

Image

TIM EKSJEWATA mulai melakukan pendakian, bersama pelancong dari berbagai daerah (20/5/2012)

Image

TIM EKSJEWATA sudah mendekati puncak Gn. Anak Krakatau yang sangat indah (20/5/2012)

Sensasi tersendiri yang saya rasakan bertambah sesampainya saya di Puncak Gunung Anak Krakatau. Dari atas sini, saya bisa melihat goresan-goresan putih belerang yang menempel di puncak Gunung Anak Krakatau yang berwarna abu-abu tua ini. Saat itu Gunung Anak krakatau ini sangat tenang, diam tak bergoyang sedikit pun, namun sensasi tersendiri itu tak pernah hilang. Berada di atas puncak gunung labil ini, dengan pemandangan alam yang luar biasa indah, perasaan cemas, senang dan bersyukur melebur menjadi satu.

Image

Dari atas puncak Gn. Anak Krakatau, TIM EKSJEWATA berhasil sampai puncak (20/5/2012)

(foto & tulisan : Fauzan Abdul S.K 10080010158)